
Luwu Timur – Kebersamaan tidak selalu membutuhkan hidangan istimewa. Di Desa Cendana, Kabupaten Luwu Timur, sepiring pisang peppe menjadi saksi hangatnya hubungan antara personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dan masyarakat, Selasa (27/10/2026).
Momen itu berlangsung saat istirahat siang sekitar pukul 12.00 WITA. Setelah bekerja bersama menyelesaikan pembangunan jembatan beton, personel Satgas dan warga berkumpul di rumah sederhana milik Ibu Halimah (52), tidak jauh dari lokasi pekerjaan.
Ibu Halimah sengaja menggoreng pisang peppe untuk dibagikan kepada para prajurit dan warga yang sejak pagi terlibat dalam pekerjaan fisik. Baginya, makanan sederhana tersebut merupakan bentuk perhatian kepada mereka yang tengah berupaya membangun fasilitas bagi masyarakat.
Pisang peppe yang disajikan merupakan makanan khas Bugis-Luwu berbahan pisang kepok mentah yang ditumbuk pipih, kemudian digoreng menggunakan minyak kelapa. Cita rasanya semakin nikmat ketika disantap bersama sambal terasi.
Para personel Satgas dan warga menikmati hidangan itu dengan duduk lesehan di atas terpal. Pakaian yang dipenuhi debu dan semen tidak menghalangi mereka untuk bercengkerama. Justru dalam suasana sederhana itulah keakraban semakin terasa.
Obrolan ringan tentang pekerjaan, kehidupan sehari-hari, hingga kebun kakao mengiringi waktu istirahat mereka. Sesekali tawa pecah ketika salah seorang prajurit kepedasan mencicipi sambal terasi.
Tidak ada perbedaan perlakuan antara prajurit dan warga. Semua duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, dan berbagi cerita tanpa sekat.
Perwira Teritorial Kodim 1403/Palopo, Kapten Inf Ghaly, mengatakan kebersamaan tersebut mencerminkan nilai utama yang ingin diperkuat melalui program TMMD, yakni kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Tidak perlu makan mewah di restoran. Cukup pisang peppe bersama warga, tetapi hati bisa menyatu. Saya melihat prajurit dan masyarakat duduk bersama, menikmati makanan sederhana, dan tertawa bersama. Inilah kebersamaan yang sesungguhnya,” katanya.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya menyangkut hasil pekerjaan fisik, tetapi juga bagaimana hubungan baik antara TNI dan masyarakat terus terpelihara selama kegiatan berlangsung.
Ibu Halimah mengaku bahagia melihat para prajurit menikmati makanan yang dibuatnya. Ia berharap kebersamaan tersebut dapat menjadi kenangan baik selama pelaksanaan TMMD di Desa Cendana.
“Saya senang bisa berbagi dengan para prajurit dan warga. Mereka bekerja keras, jadi saya ingin menyajikan makanan untuk dinikmati bersama. Walaupun hanya pisang peppe, rasanya bahagia melihat semuanya duduk bersama seperti keluarga,” ujarnya.
Bagi Prada Ilham (20), momen tersebut menjadi salah satu pengalaman berkesan selama bertugas dalam Satgas TMMD. Ia mengatakan kehangatan masyarakat membuat dirinya merasa diterima sebagai bagian dari lingkungan setempat.
“Pisang peppe-nya enak sekali, apalagi dimakan bersama warga. Kami bisa bercanda, tertawa, dan saling mengenal lebih dekat. Walaupun baru selesai bekerja dengan pakaian penuh debu, suasananya terasa seperti berkumpul bersama keluarga sendiri,” ungkapnya.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui tenaga yang dicurahkan untuk membangun jembatan, jalan, dan fasilitas desa. Kepedulian sederhana, seperti berbagi makanan, juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan sosial.
Melalui TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, semangat kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Cendana. Dari sepiring pisang peppe, tersampaikan pesan bahwa kedekatan TNI dan rakyat dapat terpelihara melalui ketulusan, rasa saling menghargai, dan kebiasaan berbagi.
Sumber: Pendim 1403/Palopo

