Konawe, Sulawesi Tenggara – Di balik dentuman palu dan hiruk pikuk pembangunan jembatan di pelosok Kecamatan Asinua, ada sosok yang mencuri perhatian. Berpakaian dinas lengkap, menembus medan berat dan debu pembangunan, Kolonel Inf Herry Indriyanto Komandan Kodim 1417/Kendari sekaligus Dansatgas TMMD Ke-125 hadir bukan sekadar sebagai pengawas, tetapi pemimpin sejati yang menyatu dengan rakyat dan prajuritnya.
Sejak memimpin Kodim tipe A di Kendari pada April 2024, Kolonel Herry dikenal luas sebagai pemimpin lapangan, bukan pemimpin ruangan. Di Desa Awua Jaya, tempat berlangsungnya pembangunan jembatan TMMD, ia tak hanya memberi arahan, tapi juga menyapa warga, memantau progres langsung, bahkan ikut membantu saat diperlukan.
“TMMD ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang kepercayaan dan kedekatan antara TNI dan rakyat. Itulah yang ingin kami bangun,” ujarnya dengan tegas namun bersahaja.
Dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan kuat saat menjabat sebagai Dandim 0614/Kota Cirebon, Kolonel Herry kini dihadapkan pada tantangan baru: wilayah yang luas, medan sulit, serta kebutuhan pembangunan yang sangat mendesak. Namun, di balik kompleksitas itu, ia justru menunjukkan karisma kepemimpinan yang berbeda menggerakkan pasukan dengan teladan dan merangkul rakyat dengan hati.

Bagi para prajurit, ia bukan sekadar komandan, melainkan figur panutan. “Koordinasi cepat, komunikasi yang solid, itu kuncinya. Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan jika kita turun langsung dan kerja bersama,” ujarnya lugas.
TMMD Ke-125 ini bukan sekadar membangun jembatan atau membuka jalan, melainkan menghidupkan kembali semangat gotong royong, rasa percaya, dan optimisme warga di daerah yang lama terisolasi. Di desa-desa yang sebelumnya sunyi, kini mulai terbit harapan baru akses terbuka, ekonomi bergerak, dan kehadiran negara semakin terasa nyata.
Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif dan tegas, Kolonel Inf Herry Indriyanto membuktikan bahwa pemimpin bukan yang paling nyaring dari balik meja, tapi yang paling teguh berdiri di garis depan, bersama rakyatnya.

