Selasa, Juni 16, 2026
BerandaKODIMWujud Pengabdian untuk Masyarakat, Personel Brigif TP 32/Mangkalihat Berjibaku Bangun Jembatan Garuda.

Wujud Pengabdian untuk Masyarakat, Personel Brigif TP 32/Mangkalihat Berjibaku Bangun Jembatan Garuda.

Kutai Timur – Mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, personel Brigif TP 32/Mangkalihat menunjukkan semangat pengabdian yang tinggi dengan bekerja keras membangun Jembatan Garuda sebagai sarana penghubung Desa Sepaso selatan dan Sepaso Induk Kecamatan Sepaso, Kabupaten Bengalon Kutai Timur. Pada Selasa (16/06/2026).

Proses pembangunan Jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter tersebut berlangsung tidak mudah. Para prajurit harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit dijangkau, kondisi alam yang sering berubah, hingga keterbatasan akses mengangkut material bangunan. Namun hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk saling bahu-membahu mengangkat bahan, menyusun struktur, hingga memastikan konstruksi jembatan kokoh dan aman untuk dilalui.

Komandan Brigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Agussalim Tuo, S.H.,M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan mendukung kesejahteraan rakyat.

“Kita hadir sebagai bagian dari tugas Kodim 0909/Kutim Korem 091/ASN untuk membangun jembatan garuda (Merah Putih). Prajurit Yonif TP 879/Rangkok Cakti yang merupakan bagian dari Brigif TP 32/Mangkalihat membantu tugas Komando kewilayahan tersebut untuk membangun Jembatan Merah Putih. Ungkap Danbrigif.

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Keberhasilan pembangunan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana setiap tetes keringat para prajurit diwujudkan dalam manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Ujarnya.

Kehadiran prajurit Yonif TP 879/RC Brigif TP 32/Mkl juga merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah, membantu satuan kewilayahan, membantu Kepolisian dan membantu Dinas-dinas terkait untuk mengatasi kesulitan rakyat. Pungkas Kolonel Inf Agussalim Tuo.

Saat dikonfirmasi oleh awak media Brigif salah satu warga Bapak Santoso, mengungkapkan sangat berterima kasih atas upaya adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini, akses jalan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari sangat sulit dikarenakan akses jalan harus memutar dengan menempuh waktu lama sekitar 35-45 menit untuk menuju akses jalan utama. Dengan adanya Jembatan Garuda ini, harapannya dapat mempermudah akses transportasi masyarakat desa Sepaso Selatan dan meningkatkan kemajuan ekonomi serta aktivitas sehari-hari semakin cepat dan terbuka lebar.

TNI

Most Popular